Angkat Masalah Lontar, Tim KIR MAN 1 Lotim Melaju Ke OMI Riset Kemenag RI


Torehan prestasi bidang akademik dan penulisan karya ilmiah kembali diraih siswa MAN 1 Lotim. Kali ini di moment lomba karya ilmiah paling bergengsi di Kementerian Agama RI yakni OMI Riset berhasil meraih prestasi terpilih melaju ke babak semifinal karena terpilih ke 30 besar tingkat nasional.

Tim KIR MAN 1 Lotim yang diperkuat dua siswa antara lain : Ummul Karomah dan Bq. Gischelle Khansa Azzahra mengkat judul “Rekonstruksi Ekoteologi dalam Naskah Lontar Sasak Rengganis sebagai Model Etika Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal” dan saat ini sedang persiapan untuk presentasi semifinal menuju lima besar, ungkap Bohari Muslim selaku pembina KIR MAN 1 Lotim.

Dalam penelitiannya ini Ummul dan Gishelle dilatar belakangi oleh adanya krisis lingkungan yang terjadi di Indonesia, yang salah satu faktor penyebabnya adalah karena krisis ekologi di masyarakat. Krisis tersebut menunjukkan bahwa penanganan dalam bentuk kebijakan dan teknologi saja tidak cukup. Dalam menangani krisis ekologi integrasi antara ajaran agama dan kearifan lokal dapat menjadi solusi. Salah satu bentuk naskah kuno, seperti naskah Lontar Rengganis dapat menjadi bentuk kearifan lokal yang dipilih, karena di dalamnya berisi berbagai pengajaran tentang relasi antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu pengajaran yang termuat sesuai dengan dalil-dalil yang terdapat di dalam Al-Qur’an, sehingga bentuk pengintegrasian ini dapat dijadikan sebagai suatu model etika lingkungan bagi masyrakat..

Atas torehan prestasi ini, kepala madrasah HL Sundane mengungkapkan rasa syukur dan berharap dijeda waktu yang ada, tim siswa bisa memaksimalkan diri untuk pendalaman agar presentasi semifinal bisa meraih hasil maksimal dan peran pembina sangat penting dan kita berharap tahun ini, tim siswa MAN 1 Lotim bisa mengulang sejarah karena beberapa tahun lalu juga pernah meraih juara pada lomba saat pelaksanaan OMI di Bengkulu dan Manado, ungkap Lalu Sundane.

Share ke WhatsApp:

Klik untuk Share