MAN 1 Lotim, Buka Jalur Reguler, 1.017 Calon Siswa Berebut Kursi


Plt Kepala MAN 1 Lotim, Lalu Dedi Mardono menyampaikan, minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di madrasah bertagline maju bermutu mendunia masih sangat tinggi. Ini terbukti, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui jalur reguler dengan pendaftar sejumlah 1.017 orang dengan kuota 200 orang.

‎Tingginya animo dan minat masyarakat untuk masuk MAN 1 Lotim tidak lepas dari capaian prestasi yang diraih MAN 1 Lotim dalam beberapa tahun terakhir ini.

‎“Kami harus mengakui, kepercayaan masyarakat ini lahir dari prestasi yang sudah diraih madrasah,” panitia PPDB MAN 1 Lotim Siti Surodiana saat ditemui tim jurnalis media ini pada, Selasa 12 Mei 2026.

‎Pada tahun pelajaran ini, jumlah siswa baru yang diterima disesuaikan dengan jumlah siswa yang lulus, yakni sekitar 350 orang.

‎“Tahun ini yang keluar 350 siswa, maka yang kami terima kurang lebih jumlah yang sama,” jelasnya.

‎PPDB MAN 1 Selong dibuka melalui dua jalur, yakni jalur prestasi dan jalur reguler.

‎Untuk jalur prestasi, kuota yang disediakan sebanyak 150 kursi. Namun, jumlah pendaftar mencapai 1.007 orang.

‎Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh panitia dengan sejumlah kriteria penilaian, antara lain nilai rapor, tes baca Al-Qur’an dan praktik ibadah dasar, serta sertifikat atau piagam lomba minimal tingkat kabupaten.

‎Dari seribu lebih pendaftar ini, sertifikat yang masuk jumlahnya melebihi kuota hingga sekitar 300-an orang. Maka harus disortir lagi berdasarkan tingkat prestasinya. Misalnya, juara tiga tingkat kabupaten tentu akan kalah bersaing dengan juara tiga tingkat provinsi, termasuk tingkat prestasi tingkat nasional dan internasional dan prestasi lomba juga akan divalidasi bentuk dan penyelenggaranya.

‎Sementara jalur reguler menyediakan kuota 200 kursi. Jumlah pendaftar yang telah membuat akun mencapai sekitar 1.500 orang dengan peserta yang telah melengkapi berkas dan ikut tahapan proses sekitar 1.017 orang

‎Pada jalur ini, penilaian dilakukan melalui nilai rapor, tes baca Al-Qur’an dan praktik ibadah yang diselengi dengan tes minat bakat serta tes kemampuan akademik dengan jumlah sekitar 100 soal dengan materi terdiri dari IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan bidang lainnya. ‎Tes akademik ini dilaksanakan dengan CBT dan peserta bisa langsung mengetahui nilainya setelah selesai mengerjakan soal.

‎”Tetap kami pusatkan di madrasah untuk pengawasan, sekaligus kami siapkan fasilitas Wi-Fi yang memadai agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujarnya.

‎Tes potensi akademik dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 sementara tes baca Al-Qur’an dan praktik ibadah telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dan akan berlanjut hingga selesai, ungkap Surodiana

Share ke WhatsApp:

Klik untuk Share