MAN 1 Lombok Timur hampir setiap tahun tidak pernah henti mengukir prestasi di tingkat nasional. Pada tahun ini ia mampu keluar menjadi juara III  (tiga) pada Lomba Karya Ilmiah dan Maket Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada 23 Maret 2019.  Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan doa serta pembinaan yang intensif kepada siswa yang masuk sebagai anggota Karya Ilmiah Remaja MAN 1 Lombok Timur. Adapun tim yang memperoleh juara yaitu Yasinta Rohadatul Aisy (XI IPA 4) dan Wajizatul Amnia (XI IPA 1).

“Dalam sejarah lomba Karya Ilmiah dan Maket yang diadakan oleh Institu Teknologi Sepuluh Nopember hanya tahun ini ada peserta yang lolos menjadi finalis dari NTB dan satu-satunya dari madrasah” tutur panitia lomba.

Adapun judul karya yang diangkat yakni “CANTRANG SNI (Standar Nasional Indonesia) Solusi Penangkapan Ikan Menggunakan Cantrang Tanpa Merusak Kelestarian dan Ekosistem Perairan”. Penelitian ini diawali oleh permasalahan banyak kekayaan laut yang juga ikut terjaring  oleh cantrang namun bukan komoditas yang diperlukan, termasuk biota yang dilindungi oleh pemerintah (over fishing). Komoditas yang tidak diperlukan tersebut tidak pula mendatangkan nilai ekonomis bagi nelayan. Permasalahan terletak pada ukuran dan luas yang dimiliki jaring cantrang modifikasi saat ini. Untuk itulah, pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan terhadap penggunaanan cantrang sebagai alat tangkap ikan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Respon negatif datang dari masyarakat khususnya para nelayan dan pihak produksi cantrang. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, seharusnya ditetapkan ukuran jaring cantrang yang sesuai dengan target komoditas tangkapan. Pemerintah perlu menetapkan Cantrang Standar Nasional Indonesia (Cantrang SNI) guna menanggulangi over fishing di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan solusi efekif bagi para nelayan agar tetap menggunakan cantrang namun dengan standar nasional Indonesia yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis data tingkat efektifitas tangkapan ikan.  Hasilnya diperoleh bahwa cantrang SNI dapat lebih efektif dalam penangkapan ikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan lingkungan dan over fishing di Indonesia.

Kepala MAN 1 Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, M.Pd mengaku bersyukur setiap tahun MAN 1 tidak pernah absen meraih juara di tingkat Nasional, Alhamdulillah tahun ini diawali oleh KIR, ungkapnya. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kesungguhan madrasah dalam membina dan membimbing siswa. Pemerintah tidak sia-sia dalam menggelontorkan dana ke madrasah terutama ke MAN 1 LOTIM karena hasil dari proses pembinaan sudah terbukti. Lebih lanjut pada bulan-bulan ini MAN 1 LOTIM banjir juara, mulai dari juara bidang olahraga, pramuka, dan paskib tambahnya.

Sementara itu, Pembina KIR MAN 1 Lombok Timur, Bukhori Muslim, M.Pd merasa bersyukur karena mampu mempertahankan kejuaraan di tingkat Nasional. Alhamdulillah setiap lomba KIR tingkat Nasional yang diikuti oleh KIR tidak pernah pulang membawa tangan kosong. Selain itu, yang menjadi motivasi anak KIR untuk terus berprestasi yakni dukungan penuh oleh madrasah, tanpa dukungan itu tentu sehebat apapun berlatih mungkin tidak akan tercapai. Tidak lupa saya mewakili anggota KIR untuk berterima kasih kepada kepala MAN 1 LOTIM, Bapak M. Nurul Wathoni, M.Pd, kepada Bapak/Ibu guru dan semua keluarga besar yang telah ikut mendoakan.