Dibalik Ritangan dan Tantangan, Akhirnya Berakhir dengan Kebahagiaan

Jurnalismansalotim-MAN 1 Lombok Timur merupakan salah satu sekolah terbaik di Lombok Timur memiliki banyak ekstrakurikuler yang sudah melahirkan segudang prestasi, termasuk ekstrakurikuler Jurnalistik. Ekstrakurikuler Jurnalistik yang merupakan salah satu ekstrakurikuler terpopuler di MAN 1 Lombok Timur kembali mengharumkan nama Madrasahnya dengan meraih juara umum untuk yang ketiga kalinya, dalam Lomba Jurn alistik Pelajar tingkat SMA/MA/SMK se-NTB. Acara tahunan yang diadakan oleh LPM Pena Kampus FKIP UNRAM berlangsung selama empat hari, mulai 25-28 Agustus 2021 dan mengusung tema “Menilik Kondisi Negeri Melalui Mindset Jurnalistik”.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang semua mata lomba berlangsung tatap muka, tahun ini justru semua mata lomba dilaksanakan dengan pengawasan juri melalui pertemuan zoom.
MAN 1 Lombok Timur yang merupakan juara bertahan selama tiga tahun berturut-turut meraih beberapa juara pada mata lomba di antaranya: juara 1 dan 3 Lomba Fotografi, juara 1 dan 2 Lomba Video Jurnalistik, dan juara 2 Lomba Penulisan Berita.

Tentu saja perolehan prestasi tersebut tidak didapatkan dengan mudah, ada banyak hal yang harus dikorbankan baik dari waktu, tenaga, bahkan pikiran dari semua tim. Tak tim Video Jurnalistik yang meraih juara 2 pada acara bergengsi tersebut. Adapun anggota dari tim video tersebut adalah Mohammad Jibran Janwannajihi, Muhammad Rifqy Habibi, dan Umniati Sholeha Noerma.

Mohammad Jibran Janwannajihi yang akrab disapa Jibran, seorang siswa kelas XII yang merupakan salah satu anggota tim video mengaku sangat senang atas capaian prestasi yang diraih tersebut. Banyak hal yang dia dan lalui, bahkan rasa tidak percaya diri yang terlintas dibenak mereka. “Awalnya sih saya rasa kayak gak mungkin gitu, karena saya kan ngeliputnya cuma bisa dibilang hanya sekitar sini aja, jadinya itu tantangan buat diri sendiri,” ungkap Jibran selaku ketua tim Selasa, (31/8/2021). Menurut dia, lomba kali ini merupakan kesempatan langka dan pengalaman yang berharga sekaligus beban besar, dimana ada harapan dari semua pihak yang ditaruh di bahunya, dan ada sebuah penyelenggara ‘juara umum’ dipertaruhkan.Tapi karena ia sadar kepercayaan semua pihak terhadap dirinya merupakan tanggung jawab bagi dia.

Disisi lain, menjadi seorang jurnalis tidak terlepas dari hambatan dan rintangan, baik itu ketika wawancara maupun waktu peliputan. Kepada tim Cendikia MAN 1 Lombok Timur, Jibran mengaku bahwa ia pernah mengalami beberapa rintangan karena adanya perubahan rencana terkait yang akan mereka lakukan. “Tantangan besarnya itu di perubahan rencana peliputan dan sulitnya menemui narasumber, terutama dinas kesehatan,” lanjutnya. Akan tetapi dengan usaha dan kerja sama tim yang baik, mereka berhasil menyelesaikan lomba tersebut, bahkan usaha mereka menghasilkan hasil. Jangan lupa untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya dalam menyelesaikan lomba tersebut. Bahkan ia menuturkan harapannya untuk membuat Jurnalis selaanjutnya,“Saya berharap anggota jurnalis kedepannya bisa lebih bagus lagi dan bisa lebih aktif,” tutupnya. (Jurnal: Olif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *